Tinggal di kawasan pesisir memberikan keindahan alam yang luar biasa, namun di sisi lain juga menyimpan potensi risiko bencana geologis yang besar, salah satunya adalah gelombang pasang yang disebabkan oleh gempa di laut. Menyadari posisi geografisnya yang berdekatan dengan garis pantai, SMPN 15 Sigap meluncurkan program edukasi yang sangat spesifik dan krusial bagi keselamatan seluruh warga sekolah. Kesiapsiagaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi sekolah yang berada di zona merah risiko tsunami. Program ini dirancang untuk menghilangkan rasa panik dan menggantinya dengan tindakan yang terencana dan sistematis Sosialisasi Mitigasi.
Agenda utama dari sekolah ini adalah melaksanakan sosialisasi mitigasi secara berkala dan mendalam. Kegiatan ini melibatkan tenaga ahli dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan informasi akurat mengenai karakteristik ancaman di laut. Siswa diajarkan untuk mengenali tanda-tanda alam yang mendahului bencana, seperti getaran gempa yang kuat dan perubahan mendadak pada garis pantai. Pemahaman mengenai peringatan dini menjadi materi inti, di mana siswa dilatih untuk tidak menunggu instruksi verbal jika tanda-tanda alam tersebut sudah terlihat jelas, melainkan segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.
Fokus dari sosialisasi ini adalah pemahaman tentang ancaman tsunami yang memiliki waktu respons sangat singkat. Sekolah telah menetapkan jalur evakuasi khusus yang mengarah ke gedung bertingkat atau perbukitan terdekat yang telah disepakati sebagai titik kumpul aman. Siswa dilatih untuk melakukan mobilisasi secara tertib tanpa menggunakan kendaraan bermotor guna menghindari kemacetan yang justru membahayakan nyawa. Simulasi evakuasi dilakukan dengan skenario waktu yang ketat, melatih ketangkasan fisik dan mental siswa agar mampu mencapai tempat aman dalam waktu kurang dari 15 menit setelah peringatan pertama muncul.
Program ini ditujukan sepenuhnya bagi kepentingan siswa di wilayah pesisir agar mereka memiliki ketahanan yang luar biasa menghadapi tantangan alam. Selain latihan fisik, sekolah juga memberikan penguatan psikologis. Ketakutan terhadap bencana laut sering kali menyebabkan trauma, sehingga guru-guru di SMPN 15 juga berperan sebagai konselor yang menanamkan keberanian melalui pengetahuan. Siswa diajarkan bahwa dengan mengetahui apa yang harus dilakukan, mereka memegang kendali atas keselamatan diri mereka sendiri. Pengetahuan ini juga mereka bawa pulang ke rumah untuk mengedukasi keluarga dan tetangga di sekitar tempat tinggal mereka.
