Keanekaragaman hayati merupakan aset tak ternilai yang harus dijaga keberlangsungannya, bahkan dalam lingkup kecil seperti area institusi pendidikan. Melalui kegiatan eksplorasi fauna SMPN 15 Jakarta, para siswa diajak untuk lebih peka terhadap kehadiran makhluk hidup di sekitar mereka. Sebagai lembaga yang menyandang predikat Sekolah Adiwiyata, kewajiban untuk menciptakan lingkungan yang seimbang bukan sekadar simbolis, melainkan dipraktikkan melalui pemeliharaan habitat satwa di taman sekolah. Upaya pelestarian ini juga diperkuat dengan kerja sama bank sampah guna meminimalisir limbah yang dapat mencemari area hijau sekolah. Dengan menjaga ekosistem secara konsisten, siswa belajar bahwa setiap jenis fauna memiliki peran penting dalam rantai makanan yang menjaga kesehatan lingkungan hidup kita semua secara menyeluruh.
Inventarisasi Spesies di Lingkungan Sekolah
Kegiatan eksplorasi dimulai dengan mengidentifikasi berbagai jenis hewan yang hidup di sekitar pekarangan sekolah, mulai dari serangga penyerbuk, berbagai jenis burung, hingga ikan di kolam sekolah. Siswa menggunakan aplikasi berbasis citra untuk mendata spesies yang mereka temukan, lalu mempelajari siklus hidup dan habitat aslinya. Hal ini mengubah cara pandang siswa terhadap hewan; yang awalnya dianggap sebagai pengganggu, kini dilihat sebagai komponen penting dalam ekosistem perkotaan yang sehat.
Misalnya, keberadaan kupu-kupu dan lebah di taman sekolah menunjukkan bahwa vegetasi di area tersebut tumbuh dengan baik tanpa pengaruh pestisida kimia. Siswa juga mengamati bagaimana burung-burung kecil membantu mengendalikan populasi ulat di pohon-pohon peneduh sekolah. Data hasil eksplorasi ini kemudian didokumentasikan dalam sebuah jurnal digital yang bisa diakses oleh seluruh warga sekolah sebagai bahan ajar biologi yang kontekstual dan relevan.
Penciptaan Habitat yang Ramah Satwa
Menyadari pentingnya tempat tinggal bagi fauna, SMPN 15 Jakarta membangun berbagai fasilitas pendukung di taman sekolah. Pembangunan “rumah serangga” (insect hotel) dan pemasangan kotak sarang burung di pohon-pohon tinggi merupakan langkah nyata untuk mengundang fauna kembali ke area sekolah. Penggunaan tanaman asli daerah (native plants) yang menyediakan nektar dan buah menjadi strategi utama dalam menarik minat satwa untuk menetap dan berkembang biak di lingkungan sekolah.
