SMP NEGERI 15

Membangun Masa Depan Melalui Pendidikan Berkualitas.

Pelatihan SMPN 15: Olah Sisa Buah Kantin Menjadi Kompos Cair Berkualitas

Inovasi pengelolaan lingkungan di sekolah kini semakin beragam dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan ekosistem sekolah. Melalui kegiatan pelatihan yang diadakan baru-baru ini, para siswa diajarkan teknik kreatif untuk olah sisa buah yang seringkali terbuang sia-sia dari sisa penjualan di kantin. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah organik, tetapi juga mengedukasi siswa tentang nilai ekonomis dan ekologis dari limbah rumah tangga. Sebagai sekolah yang berkomitmen pada kelestarian alam, program ini selaras dengan upaya menjaga ekosistem sekolah yang selama ini telah menjadi ciri khas dari lingkungan belajar yang asri. Dengan memproduksi kompos cair berkualitas, SMPN 15 Jakarta membuktikan bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

Proses pembuatan kompos cair ini melibatkan penggunaan bioaktivator untuk mempercepat fermentasi limbah buah-buahan. Siswa belajar mencampurkan air, sisa kulit buah, dan larutan gula sebagai nutrisi bagi mikroorganisme pengurai. Pelatihan ini sangat interaktif, di mana setiap kelompok siswa praktik langsung memilah jenis buah yang cocok untuk diolah agar menghasilkan pupuk dengan kandungan unsur hara yang tinggi. Selain buah, beberapa bahan organik lainnya juga ditambahkan untuk memperkaya komposisi pupuk cair tersebut sehingga sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman di taman sekolah.

Salah satu keunggulan dari Kompos Cair Berkualitas adalah kemudahan dalam aplikasinya. Siswa tidak perlu lagi repot dengan proses pengomposan padat yang memakan waktu lama dan tempat yang luas. Pupuk cair hasil karya siswa ini cukup dilarutkan dalam air dan disemprotkan langsung ke daun atau tanah di sekitar akar tanaman. Hasilnya, tanaman di area sekolah terlihat lebih subur dan hijau tanpa perlu bergantung pada pupuk kimia sintetis yang mahal dan kurang ramah lingkungan. Hal ini juga membantu sekolah dalam melakukan efisiensi anggaran perawatan taman secara mandiri.

Edukasi mengenai pengelolaan sampah organik ini memiliki tujuan jangka panjang agar siswa membawa kebiasaan baik ini ke rumah masing-masing. Di tengah tantangan perubahan iklim, kemampuan untuk meminimalisir sampah adalah keterampilan hidup yang sangat berharga. Guru pembimbing dalam pelatihan ini menekankan bahwa sampah sebenarnya adalah sumber daya yang tersesat jika tidak dikelola dengan benar. Dengan tangan kreatif para siswa, limbah yang tadinya berbau tidak sedap bisa berubah menjadi produk yang bermanfaat dan mendukung penghijauan kota.

Pelatihan SMPN 15: Olah Sisa Buah Kantin Menjadi Kompos Cair Berkualitas
Kembali ke Atas