Pembagian bibit tanaman dalam pot menjadi aktivitas edukatif yang menarik untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab peserta didik baru. Program perawatan tanaman mandiri siswa ini dirancang agar setiap murid memiliki ikatan emosional terhadap kelestarian lingkungan sekitar sekolah. Panitia membagikan bibit pot kegiatan MPLS yang siap dirawat secara berkala oleh seluruh peserta orientasi. Kegiatan praktis ini tidak hanya memperasri area kampus, tetapi juga mengajarkan nilai kesabaran serta kedisiplinan dalam memelihara makhluk hidup. Selain kegiatan penghijauan, para murid juga diajak untuk melatih kreativitas dengan memanfaatkan limbah koran dan plastik menjadi karya seni yang berguna dan berdaya jual.
Pembagian bibit tanaman yang dibagikan kepada peserta didik baru mencakup berbagai jenis tumbuhan hias dan sayuran sederhana. Setiap siswa diberikan kebebasan untuk menghias pot mereka serta bertanggung jawab atas penyiraman dan pemupukan harian. Tugas ini mengajarkan peserta didik bahwa pertumbuhan tanaman memerlukan perhatian rutin dan ketelatenan. Pengalaman langsung ini jauh lebih berkesan dibandingkan sekadar membaca teori pelestarian alam dari buku teks.
Pemantauan perkembangan tanaman dilakukan secara berkala oleh guru pendamping selama sesi persekolahan berlangsung. Siswa diajak mencatat perubahan tinggi batang dan jumlah daun pada buku jurnal harian mereka. Aktivitas pencatatan ini secara tidak langsung melatih keterampilan observasi ilmiah para peserta didik baru.
Program penghijauan lingkungan sekolah ini juga mendorong terjadinya interaksi sosial positif antar sesama murid baru. Mereka saling bertukar pengalaman dan tips perawatan pot milik masing-masing saat waktu istirahat tiba. Kebersamaan dalam menjaga tanaman menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di lingkungan kelas yang baru.
Keberhasilan merawat tanaman hingga tumbuh subur memberikan rasa bangga dan kepuasan tersendiri bagi para siswa. Kebiasaan menyayangi lingkungan yang dipupuk sejak awal masuk sekolah akan terbawa hingga mereka dewasa nanti. Hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter generasi berwawasan hijau.
Inisiatif sederhana seperti penanaman bibit mandiri terbukti membawa dampak besar bagi perubahan perilaku ramah lingkungan murid. Sekolah yang asri dan hijau akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman serta sehat bagi seluruh warga. Komitmen menjaga kelestarian alam ini terus dipertahankan sebagai tradisi positif sekolah dari tahun ke tahun.
